Jumat, 22 Oktober 2010

Tujuh Mahasiswa Demo Bupati

Tertibkan Walet dan Perbaikan Pelayanan Disdukcapil
SIAK-Beberapa saat sebelum Bupati Siak H Arwin AS melakukan mutasi pejabat eselon di lingkup Pemkab Siak, tujuh mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak, melakukan demonstrasi, menuntut pergantian Kadisdukcapil H Syahrial dan keseriusan
pengimplementasian Perda Walet. Kedatangan mereka ke Kantor Bupati Siak, Selasa (19/10), sempat menjadi perhatian, karena sebelum kedatangan mereka, sejumlah aparat keamanan baik Satpol PP dan Kepolisian, telah lebih dulu berjaga-jaga di gerbang kantor.
Dalam penyampaian orasinya, secara bergiliran, mahasiswa mendesak agar Bupati mengambil kebijakan tegas untuk memperbaiki birokrasi dan pelayanan di Disdukcapil. Menurut mereka, sudah sangat banyak warga yang enggan mengurus KTP, KK dan akte, karena sulitnya pengurusan dan bertele-telenya birokrasi.
"Ada yang sudah sangat menyalah dalam pelayanan di Disdukcapil. Untuk itu kita meminta Bupati mengganti Kadisdukcapil yang dijabat H Syahrial," ujar Salman Alfarisi, Korlap Aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak tersebut.
Selain mendesak Kadisdukcapil mundur, mahasiswa juga meminta pembenahan dalam sistem pengurusan adminduk yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Pola yang digunakan dalam pengurusan sangat menyulitkan dan tanpa memperhatikan pelayanan prima.
Mahasiswa juga mempertanyakan implementasi Perda 4/2008 yang dibuat Pemkab Siak bersama DPRD. Sampai saat ini, Perda tersebut belum diterapkan sama sekali. "Kita melihat ada indikasi tertentu, sehingga Perda yang telah disahkan dan semestinya ditindaklajuti dengan Perbup, tak kunjung diimplemntasikan. Bahkan kita juga menyayangkan Perbup yang baru diterbitkan 16 Juli 2010 atau dua tahun lebih setelah Perda disahkan," ujar orator lainnya. Keterlambatan penerapan Perda, membuat penangkaran walet liar semakin menjadi-jadi. Fungsi Perda itu tidak berjalan sama sekali.
Dalam pesan-pesan yang disampaikan di spanduk, mahasiswa juga meminta agar dihapus Perda yang tidak berfungsi. Bahkan ada pamflet bertulis, 'Koruptor merajalela, dimana KPK'. 'KPK, segera tangkap korupter di Siak'. 'Hapus Perda No 4, karena tidak diterapkan ada indikasi manipulasi'. 'Gantikan Syahrial dan kuburkan aparatur pemerintahan yang sudah mati'.
Belum selesai tujuh mahasiswa berorasi bergiliran, pihak keamanan dari Polres dan Polsek Siak di bawah komando Kabag Ops Polres Siak AKP Nyolat Pulungan, memerintahkan mahasiswa masuk ke halaman kantor Bupati. Namun mereka menolak dan lebih memilih berorasi di luar pagar kantor, meski pintu gerbang sudah dibuka lebar. Selesai berorasi, mahasiswa mendesak untuk bertemu langsung dengan Bupati Siak H Arwin AS atau Wakilnya H OK Fauzi Jamil. Namun harapan itu tidak terwujud, sehubungan Bupati tengah menyelesaikan pekerjaan. Namun ia telah memerintahkan Asisten I Setdakan H Hasanul Irbai untuk menemui para demonstran. Sedangkan Wakil Bupati, juga tengah tidak berada di Siak. Menurut informasi dari ajudannya, Wabup tengah berada di Jakarta untuk suatu urusan.
Tidak puas, karena hanya dapat menemui asisten meski ia berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke Bupati, para demonstran berusaha teguh pada sikapnya hanya mau membacakan tuntutan di hadapan Bupati. Setelah negosiasi dilakukan, mahasiswa akhirnya sepekat hanya akan ditemui Asisten I, yang melakukan pembicaraan di ruang rapat Kantor Bupati.
Ketujuh mahasiswa diterima H Hasanul Irbai, didampingi Kakansatpol M Arifin dan Kabag Ops AKP Nyolat Pulungan. Sekitar setengah jam pembicaraan, mahasiswa meninggalkan kantor Bupati dengan menitipkan dua tuntutan mereka untuk Bupati.
Saat mutasi diumumkan, salah satu tuntutan mahasiswa dijawab langsung oleh Bupati dengan mengganti H Syahrial dengan H Wan Bukhari sebagai Kadisdukcapil Siak. Harapan besar untuk perbaikan pelayanan di Disdukcapil, berada di pundak Kadisduk yang baru. n ali

Sumber: Riau Mandiri

1 komentar:

  1. Mak cepat ditangkap saja lah kawan itu Arwin AS supaya siak bisa maju, habis lah siak dikorupsi dia dan kawan kawan nya sepuluh tahun ini, mudah2 an kpk segera bertindak. Tak ado investasi masuk ke siak, yang ada diolah olah nya perizinan oleh dia dan jajaran nya. Habis pula APBD dikorupsi oleh kontraktor2 yang ditunjuknya

    BalasHapus